Memasuki 10 Hari Terakhir Ramadhan keluarga besar Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum (STAIRU) Sakatiga Gelar Kegiatan Itikaf
Indralaya-Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum (STAIRU) Sakatiga Indralaya menggelar Itikaf Ramadhan yang digelar di Masjid Ash-Shofwa (kampus C) dari tanggal 21– 23 Ramadhan 1445H atau dari tanggal 31 Maret sampai dengan 2 April 2024.
Baca Juga PENERIMAAN MAHASISWA/I BARU & PINDAHAN STAI RAUDHATUL ULUM SAKATIGA TAHUN AKADEMIK 2024-2025
Kegiatan Itikaf ini dibuka oleh mudir Pondok Pesantren Raudhatul Ulum (PPRU) Ust. KH. Tolat Wafa Ahmad, Lc., di masjid besar Al-Bukhori (kampus A) juga rektor STAIRU ust. Dr. H. Husnul Amin, Lc., M.H.I., M.M. dan juga para dosen serta diikuti oleh sejumlah staff dan para mahasiswa/i STAIRU semester akhir, di mana dalam kegiatan Itikaf ini ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan, diantaranya, pembukaan, pembekalan, tadarus Al Quran, tafaqur, dzikir, shalat Tahajut dan Witir, sahur bersama jamaah, sholat Dhuhah dan kegiatan lainnya sampai berbuka puasa bersama.
Baca Juga Penerimaan Mahasiswa Baru & Pindahan STAI Raudhatul Ulum Tahun Akademik 2024-2025
Di 10 hari terakhir Ramadhan ini adalah momentum yang sangat luar biasa. Di mana dalam 10 hari terakhir tersebut semua menantikan turunnya malam Lailatul Qadar, ujar KH. Tolat Wafa
KH. Tolat Wafa menambahkan, dengan adanya kegiatan Itikaf ini diharapkan dapat menambah kualitas iman dan taqwa serta penambahan ilmu pengetahuan baru, pengalaman baru, serta lebih menghargai lagi di bulan yang mahal ini, terkhusus bagi seluruh peserta Itikaf dalam membentuk insan muslim yg seutuhnya. Dan beliau juga menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan doa kepada Aisyah RA ketika memasuki 10 malam terakhir ramadhan, hendaknya membaca doa Allhumma innaka afuwwun tuhibbul afwaa fafuanni
Baca juga Pembekalan KUKERTA STAIRU Angkatan XVII
Lebih lanjut lagi beliau menambahkan, bahwa dengan memanfaatkan 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri pada Allah dengan melakukan sholat sunnah tanpa pilih-pilih hari tertentu dan berdzikir di masjid. Dan dengan melakukan itikaf di 10 hari terakhir Ramadhan ini juga para peserta Itikaf dapat berdoa agar mendapat ampunan dari Allah Subhanna Wa Ta’ala.
Baca Juga Pelatihan Karya Ilmiah Bersama Prof. Dr. Bermawy Munthe, M.A.
Semoga di 10 hari terakhir ini kita dapat berjumpa dengan malam Lailatul Qadar. Di mana malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih afdhol dari 1000 bulan. Hal ini seperti yang tercantum dalam Surat Al-Qadr Ayat 3, yang berbunyi Lailatul-qadri khairum min alfi syahr. Yang artinya, malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.
Penulis:
Jurnalis Kampus Suhalwan